Senin, 7 April 2025

Program Magang KemenKopUKM Untuk Realisasikan Target 500 Koperasi Modern

- Senin, 25 September 2023 | 21:37 WIB
magang pengurus koperasi
magang pengurus koperasi

Program Magang KemenKopUKM Untuk Realisasikan Target 500 Koperasi Modern

 

Nomor: 258/Press/SM.3.1/IX/2023

Siaran Pers

 

Program Magang KemenKopUKM Untuk Realisasikan Target 500 Koperasi Modern

 

Bandung - Untuk merealisasikan target mewujudkan 500 koperasi modern dan pencapaian kontribusi koperasi terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 5,5 persen hingga 2024, Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) melakukan langkah strategis dengan menggulirkan program magang bagi koperasi yang akan dimodernisasi.

KemenKopUKM salah satunya menerapkan program magang di sejumlah provinsi. Tercatat, sebanyak 270 peserta yang merupakan pengurus dan pengelola koperasi, akan menjalankan program magang di tiga koperasi modern selama tujuh hari. Rinciannya, 120 orang dari koperasi nelayan, 90 orang dari Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS), dan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) 60 orang.

Sebanyak tiga koperasi yang menjadi tempat pembelajaran (magang) adalah KUD Mino Saroyo, Cilacap, Jawa Tengah, untuk Koperasi Nelayan, Kopsyah Benteng Mikro Indonesia, Tangerang, Banten untuk Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS/BMT), dan Kopontren Al-Ittifaq, Bandung, Jawa Barat, untuk Kopontren.

Khusus Program Magang di Al-Ittifaq telah diikuti sebanyak 30 orang yang berasal dari 15 Kopontren dari lima provinsi yakni Sumatera Barat (Kabupaten Agam), Jabar (Kabupaten Bandung dan Ciamis), Jateng (Banyumas, Brebes, dan Cilacap), Jatim (Tulungagung, Probolinggo, Ponorogo, dan Jember), dan Sulawesi Utara.

"Program Magang seperti ini mendatangkan banyak manfaat bagi pengembangan koperasi ke depan," ucap Maldison MPd, salah seorang peserta magang yang berasal dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat, saat ditemui di Ponpes Al-Ittifaq, Ciburial, Rancabali, Kabupaten Bandung, Senin (25/9).

Bagi Maldison yang merupakan pengurus Koperasi Konsumen Syariah Ponpes Diniyyah Pasia, ilmu dari program magang yang diperolehnya akan sangat bermanfaat karena mencakup pengetahuan tentang manajemen sebuah koperasi yang baik dan benar. Termasuk bagaimana meningkatkan omzet koperasi dan meningkatkan kesejahteraan anggota.

"Saya berharap, ke depan, kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut bagi pengembangan koperasi di Indonesia," kata Maldison.

Maldison beruntung karena kondisi wilayahnya sama dengan Ponpes Al-Itifaq, yaitu berada di daerah dingin. "Kita juga bisa mengembangkan sektor pertanian dan lainnya. Kebetulan, masyarakat sekitar Ponpes kami juga sudah memiliki usaha pertanian dan peternakan," kata Maldison.

Apalagi, Koperasi Konsumen Syariah Ponpes Diniyyah Pasia sudah memiliki beberapa unit usaha seperti minimarket dan penyuplai kebutuhan dapur bagi seluruh santri dan santriwati serta majelis guru di Ponpes.

Ilmu lainnya yang didapat Maldison di Al-Itifaq adalah kemampuan merangkul masyarakat, kemudian mengelolanya. Sehingga, dapat menciptakan kepercayaan masyarakat untuk menjual produk pertaniannya kepada koperasi. "Intinya adalah ilmu mengajak masyarakat berkoperasi," kata Maldison.

Halaman:

Editor: Fakhruddin Ali Ahmad, Amd. Kom

Sumber: Kemenkopukm RI

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Mau Jadi Womanpreneur Sukses? Ini Tips Ampuhnya

Sabtu, 30 September 2023 | 06:06 WIB

Menuju Data Tunggal UMKM

Kamis, 28 September 2023 | 04:56 WIB

Petik Laut 2023, Tradisi Syukuran Nelayan Sendang Biru

Kamis, 28 September 2023 | 04:55 WIB

Menteri Koperasi dan UKM Tidak Bisa Menutup TikTok Shop

Senin, 25 September 2023 | 21:36 WIB

Dukung Konferensi AAIPI, Disperindag Gelar Produk UMKM

Senin, 25 September 2023 | 08:28 WIB

Bimtek WUB IKM, Hadapi Persaingan Usaha Kompetitif.

Senin, 25 September 2023 | 08:12 WIB

Perijinan Usaha Bagi UMKM : JELAS!!!

Minggu, 24 September 2023 | 08:58 WIB
X